Static Route
Sebelum kita ke pengertian static route baiknya kita tahu dulu apa itu routing, routing adalah proses penentuan jalur terbaik yang akan di lalui oleh paket, perangkat yang melakukan routing yaitu router. Dengan adanya routing paket akan bisa keluar masuk ke jaringan lain dengan aturan yang telah di tetapkan. Routing di bedakan menjadi 2 yaitu static routing dan dynamic routing dan kali ini saya akan sedikit membahas static route untuk dynamic routing nanti di next pembaha
Pengertian Static routing
Static Routing adalah jenis routing yang di lakukan adminstrator ketika mengkonfigurasi informasi jaringan yang di tuju secara manual.
Keuntungan menggunakan static routng
- Mudah di konfigurasi
- Lebih aman
- Meringankan kinerja procecor router
- Hanya dpat di gunakan untuk jaringan berskala kecil
- Rentan terhadap kesalahan saat ada entri routing statis yang di lakukan secara manual
- Konfigurasi dan pemeliharaannya banyak memakan waktu
- Administrator harus banyak mengetahui informasi dan masing-masing router yang di gunakan
- Menggunakan exit interface
- Menggunkan next-hope ip address
- Menggunakan next interface dan next-hop ip address (untuk cara ini tidak di suport oleh packet-tracer jika ingin mencoba bisa menggunakan real devise atau GNS3)
--- System Configuration Dialog ---
Would you like to enter the initial configuration dialog? [yes/no]: n
Press RETURN to get started!
RT-1>en
RT-1#conf t
RT-1configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
RT-1(config)#int g0/0/1
RT-1(config-if)#ip add 20.20.20.2 255.255.255.0
RT-1(config-if)#no sh
RT-1
RT-1(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface GigabitEthernet0/0/1, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface GigabitEthernet0/0/1, changed state to up
RT-1(config-if)#ex
RT-1(config)#int g0/0/0
RT-1(config-if)#ip add 30.30.30.1 255.255.255.0
RT-1(config-if)#no sh
RT-1
RT-1(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface GigabitEthernet0/0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface GigabitEthernet0/0/0, changed state to up
Selanjutnya masukkan static route dengan menggunakan exit interface sebagai pintu keluar
RT-0(config-if)#ex
RT-0(config)#ex
RT-0#
RT-0#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
RT-0(config)#ip route 30.30.30.0 255.255.255.0 g0/0/1
%Default route without gateway, if not a point-to-point interface, may impact performance
RT-0(config)#ex
RT-0#
RT-1(config-if)#ex
RT-1(config)#ex
RT-1#
RT-1#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
RT-1(config)#ip route 10.10.10.0 255.255.255.0 g0/0/1
%Default route without gateway, if not a point-to-point interface, may impact performance
RT-1(config)#ex
RT-1#ex
Static route sudah kita masukkan ke dalam kedua router selanjutnya kita cek routing table di kedua routernya
Terlihat di kedua routing table terdapat lambang S yang brarti static, nah selanjutnya kita ping dari PC0 ke PC1 atau bisa sebaliknya
Oke berhasil ternyata silahkan bisa di coba semoga bermanfaat
Referensi
Workbook CCNA v127 .1.1.3
https://kuntikhoirunnisaa.web.ugm.ac.id/pengertian-kelemahan-dan-kelebihan-static-routing/
https://www.diaryconfig.com/2016/01/pengertian-routing.html
Selamat menikmati ilmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar